SEJARAH PARA PENYUSUP DALAM BARISAN SALAFIYYIN SEJAK TAHUN 1990

Goresan Fawaid:

πŸ”Žβ›”πŸ’₯ SEJARAH PARA PENYUSUP DALAM BARISAN SALAFIYYIN SEJAK TAHUN 1990
βœ’___________
πŸ”Š Diambil dari ceramah Syaikh Ali Khudzaifi pada sebuah muhadhoroh/kajian [Sejarah Para Penyusup dalam barisan Salafiyin sejak tajun 90-an] : 
[β—½] Lawan Dakwah Salafiyah: 

β–ͺ Orang-orang yang terang-terangan.

β–ͺ Orang-orang yang menyusup: menampakan diri dengan penampilah salafiyah lalu berpijak dengan memasukan kesesatan kelompok-kelompok sempalan yang lain. 
πŸ”¨πŸ’₯ Dakwah Salafiyah ialah dakwah tunggal yang   membongkar didalamnya para penyusup, khususnya dalam perkara-perkara baru. Hal itu terjadi sejak masa Shohabat sebagaimana dalam kisahnya Shobigh,  kisahnya Qodariyah,  dan kisahnya para Ashhabulhalq.
1. Awal terjadi fitnah/cobaan sekira tahun 1990 muncul dalam barisan Salafy: Sururiyah dan Ikhwaniyah:
[↑] Dahulu mereka menyusup dengan mengajarkan kitab-kitab sunnah dan mengunjungi Ulama sunnah sehingga mereka terbongkar pada zaman perang teluk kedua, kemudian pemerintah Saudi memberikan gambaran kepada Lembaga Ulama Besar, keluarlah fatwa satu dengan dibolehkannya meminta bantuan orang kafir dengan syarat karena adanya kebutuhan (Lalu tampilah Salman Al Audah -bersikap jelek kepada Ulama) dan AlQorni dan tokoh-tokoh lainnya yang mereka bersikap jelek atas Ulama,  dan bahwasanya mereka itu tidak paham fakta terkini,  dan bahwasanya mereka itu berpolitik.

Hingga jelaslah barisan salafy yang mereka tetap berdiri bersama Ulama dan   sekumpulan pemuda yang berpaling dari mereka. Dan dahulu berbondong-bondong sejumlah besar untuk menghadirinya sampai memenuhi masjid dibandingkan dengan yang tidak menghadiri kepada Ulama besar, kecuali sedikit.
2. Lalu berlanjutlah fitnah dan muncullah kitab-kitab yang mengajak untuk berlembut lemah terhadap jama’ah-jama’ah dan bahwasanya termasuk bagian dari keadilan dengan menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka. Dan Al Audah pun mengeluarkan buku yang aneh yang membedakan antara Kelompok yang ditolong dengan Kelompok yang selamat, guna membuat kerusakan dan membuat perpecahan diantara salafiyin, dan bangkitlah Asy Syaikh Robi’ untuk membantahnya, dan diantara tipudaya mereka, mereka membuka pelajaran sendiri yang dibuka oleh Ulama besar sehingga dapat memecah Salafiyin. Salman Al Audah dahulu mengkafirkan pada sebagian perbuatan maksiat dan meremehkan dari dakwah tauhid, dan bahwasanya itu cukup mempelajarinya dalam 10 menit.
3. Lalu muncul Safar Al-Hawali dengan sebuah tulisan yang padanya terdapat celaan terhadap Syaikh al Albani dan menghiasinya dengan Sayid Qutb dalam buku doktoralnya yang bernama Dhohirotul irja’, yang Gurunya memberikan nilai tinggi yaitu Muhammad Qutb. Sehingga jelaslah setelah ada yang menyelidiki, dan sungguh Syaikh Robi telah menyelidikinya pula dalam catatan yang berjudul Ma Akhodza Manhajiyatu ala Safar Al-Hawali. Dan begitu juga Syaikh Al-Albani membalasnya.
4. Lalu muncul lagi Muhammad bin Surur setelah dia memisahkan diri dari Ikhwanul Muslimin dan menetap di Britania dan mengelola majalah as sunnah,  dahulu orang-orang mengunggulkannya, pada isinya terdapat pembodohan kepada Ulama terhadap masalah kekinian,  dan dahulu dia mengajak bereaksi terhadap pemerintah dan mengkafirkan mereka, dan dulu Yayasan jum’iyatul ihsan di Yaman mengikuti jejaknya, sehingga Alloh membongkar kedoknya dengan penanganan para Ulama, diantaranya ialah Syaikh Muqbil.
—————————-

πŸ“Ÿ turut mempublish:

⭐🌈 Majmu’ah Riyadhul Jannah As-Salafy

—————————-

Turut mempublikasikan “www.ahlussunnahcengkareng.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *