Menikah di Usia Muda, Kenapa Tidak? (Bagian 2)


📝 Disusun oleh:
Al-Ustadz Abdullah Al-Jakarty hafidzahullah

Lanjutan dari bagian 1

 

Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan- Nya di antara kalian rasa kasih dansayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

🌿Asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdurrahman As-Sa’di  berkata, “(Firman Allah) supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang, yakni melalui sebab-sebab yang mendatangkan kasih sayang, yang hal ini merupakan manfaat seseorang menikah. Dengan mempunyai istri, seorang pria dapat
bersenang-senang dengan istri, merasakan kenikmatan hubungan suami istri, dan mendapat manfaat berupa anak dan sekaligus mendidik mereka, serta merasa tenang dengan istrinya.” [Taisir Al-Karim Ar-Rahman]

🌷 Saya ingin segera membina rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Saya juga ingin mempunyai keturunan shalih yang akan bermanfaat untuk kedua orang tuanya. Ini menjadi tujuan tersendiri bagi saya. Simaklah hadits-hadits
berikut sebagai pelajaran untuk kita;

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda,

“Menikahlah karena sungguh aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian kepada umat-umat lain pada hari kiamat, dan janganlah kalian menyerupai
para pendeta Nasrani (yang tidak menikah, -pent.).”

[HR. Al-Baihaqi, dinyatakan shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani ]

💐 Inilah di antara alasan saya ingin menikah di usia muda. Saya tahu, banyak tantangan yang harus saya hadapi. Namanya juga mau melaksanakan ketaatan dengan menikah untuk menjaga diri dari maksiat. Jelas setan tidak akan ridha. Mulailah setan membisikkan waswas (keraguan);

“Ntar loe kasih makan apa tuh bini loe…?” “Wah, rugi, Brurr. Masih muda mau nikah…. Mumpung masih muda, buat senang-senang aja lagi, apalagi banyak cewek yang naksir loe tuh.”

💢 Belum lagi kita harus berusaha memahamkan dengan baik orang-orang yang tidak sependapat dengan kita, baik keluarga kita, misalnya, maupun yang lainnya. Akan tetapi, menunda nikah dengan alasan-alasan yang tidak dibenarkan secara syar’i? Tidak deh, terlalu berisiko. Coba kita tengok berapa banyak kita dengar kasus perzinaan yang dilakukan
sebagian anak remaja, atau kasus MBA. banyak, bukan?

⚠ Demikian pula kemaksiatan lain karena menunda nikah. Wah, nggak deh kalau harus memilih menjomblo (tanpa istri) di usia muda. Apalagi, orang yang tahu bahwa dirinya tidak bisa selamat dari perbuatan maksiat onani, zina, dan yang lainnya, kecuali dengan menikah, wajib baginya menikah. Maka dari itulah, rahasia disebutkannya anjuran menikah bagi pada usia muda, syahwat sedang
berada pada puncaknya.

Coba perhatikan hadits ini sekali lagi. Rasulullah n bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah, hendaknya ia menikah. Pernikahan lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa tidak/belum mampu menikah, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya (dari maksiat).” [HR. Bukhari dan Muslim]

🌿Al ‘Allamah Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata: “Di dalam hadits ini terdapat anjuran Nabi n untuk para pemuda (agar menikah), khususnya para pemuda kaum muslimin. Syahwat para pemuda lebih kuat dan kebutuhan mereka untuk menikah lebih besar, sehingga dianjurkan bagi mereka menikah.” [Tashilul Ilmam bi Fiqhil Ahadits min Bulughil Maram, jilid 4 hlm. 304]

Wahai Sobat Muda, jangan khawatir. Kalau niat kita baik, bahwa kita menikah untuk menjaga diri dan kehormatan kita, Allah pasti menolong kita.

Rasulullah bersabda:

ثَلَاثَةُ حَقٍّ عَلَى اللهِ عَوْنُهُمْ: الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَالْمُكَاتِبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ

“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah:
1⃣ Mujahid yang berjihad di jalan Allah,

2⃣ Budak yang hendak menebus dirinya supaya merdeka,

3⃣ Orang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.”

[HR. At-Tirmidzi 1655, dinyatakan hasan oleh Asy-Syaikh Al-Albani]

Bahkan, Allah berfirman dalam sebuah ayat:

وَأَنكِحُواْ ٱلۡأَيَٰمَىٰ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنۡ عِبَادِكُمۡ وَإِمَآئِكُمۡۚ إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian, dan orang-orang yang layak (untuk menikah) dari hamba-hamba sahaya kalian yang laki-laki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32)

Sudah deh…, buruan yuk kita menikah. Mumpung masih muda, kalian sudah tahu ‘kan manfaat menikah? Dengan menikah, kita terjaga dari perbuatan maksiat, dapat menyalurkan kebutuhan biologis dengan cara yang aman dan halal, dan manfaat-manfaat lainnya. Buruan deh nikah…. Tapi jangan lupa, bekali diri dengan ilmu, ya!

 

📖 Sumber: Buletin Al Faidah edisi 23

🌍 http://www.tamaamulminnah.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *