MANUSIA DIKUMPULKAN DAN MENGALAMI PERHITUNGAN AMAL

๐Ÿ”ฐ๐ŸŒ MANUSIA DIKUMPULKAN DAN MENGALAMI PERHITUNGAN AMAL.
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

๐Ÿ“ Al-Muzani rahimahullah menyatakan:

ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุจูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ุดููˆู’ุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ู…ูŽุญู’ุดููˆู’ุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุถู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุญูŽุงุณูŽุจููˆู’ู†ูŽ ุจูุญูŽุถู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูˆูŽุงุฒููŠู’ู†ู ูˆูŽู†ูŽุดู’ุฑู ุตูุญููู ุงู„ุฏู‘ูŽูˆูŽุงูˆููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุญู’ุตูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณููˆู’ู‡ู ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู‚ู’ุฏูŽุงุฑูู‡ู ุฎูŽู…ู’ุณููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ุณูŽู†ูŽุฉู ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ุงู’ู„ุญูŽุงูƒูู…ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูŠูŽู„ููŠ ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุนูŽุฏู’ู„ูู‡ู ุจูู…ูู‚ู’ุฏูŽุงุฑู ุงู’ู„ู‚ูŽุงุฆูู„ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุนู ุงู„ู’ุญูŽุงุณูุจููŠู’ู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุฏูŽุฃูŽู‡ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู† ู’ุดูŽู‚ูŽุงูˆูŽุฉู ูˆูŽุณูŽุนูŽุงุฏูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ูŠูŽุนููˆู’ุฏููˆู’ู†ูŽ ููŽุฑููŠู’ู‚ูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽููŽุฑููŠู’ู‚ูŒ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุนููŠู’ุฑู

๐Ÿƒ dan setelah hancur binasa mereka dibangkitkan. Pada hari kiamat mereka dikumpulkan menuju Tuhan mereka. Di masa penampakan amal mereka dihisab. Dengan dihadirkannya timbangan-timbangan dan ditebarkannya lembaran-lembaran (catatan amal). Allah menghitung (dengan teliti) sedangkan mereka melupakannya. (Hal itu terjadi) pada hari yang kadarnya (di dunia) adalah 50 ribu tahun. Kalaulah seandainya bukan Allah sebagai hakimnya (niscaya tidak akan bisa), akan tetapi Allahlah yang menetapkan hukum di antara mereka secara adil. Sehingga lama waktunya (bagi orang beriman) adalah sekadar masa istirahat siang di dunia, dan Dialah (Allah) Yang Paling Cepat Perhitungan (Hisab)nya. Sebagaimana Dia memulai (penciptaan) mereka, ada yang sengsara atau bahagia, pada hari itu mereka dikembalikan. Sebagian masuk surga sebagian masuk neraka.

โœ๏ธ PENJELASAN:

โณ Manusia seluruhnya akan dibangkitkan oleh Allah, bagaimanapun keadaannya. Meski ia telah hancur berkeping-keping, jasadnya telah terbakar dan debunya ditabur di lautan, Allah akan menyatukannya kembali dan mengumpulkannya di padang mahsyar. Orang kafirlah yang tidak meyakini hal ini.

ุฒูŽุนูŽู…ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽู†ู’ ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆุง ู‚ูู„ู’ ุจูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููŠ ู„ูŽุชูุจู’ุนูŽุซูู†ู‘ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุชูู†ูŽุจู‘ูŽุคูู†ู‘ูŽ ุจูู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุณููŠุฑูŒ

๐Ÿƒ Orang-orang kafir menyangka bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakan: Demi Tuhanku, sungguh kalian akan dibangkitkan kemudian akan diberitakan apa yang telah kalian kerjakan.Yang demikian itu mudah bagi Allah (Q.S atTaghabun:7).

๐Ÿ”ด Manusia akan dibangkitkan seluruhnya dari kuburnya dalam keadaan telanjang, tidak beralas kaki dan tidak dikhitan. Keadaannya sedemikian dahsyat hingga setiap orang akan memikirkan diri sendiri tidak sempat berpikir hal-hal lain, bahkan untuk sekedar saling memandang satu sama lain.

ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ู…ูŽุญู’ุดููˆุฑููˆู†ูŽ ุญูููŽุงุฉู‹ ุนูุฑูŽุงุฉู‹ ุบูุฑู’ู„ู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ { ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุฏูŽุฃู’ู†ูŽุง ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ู†ูุนููŠุฏูู‡ู ูˆูŽุนู’ุฏู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ููŽุงุนูู„ููŠู†ูŽ }

๐Ÿƒ Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak berkhitan. Kemudian Nabi membaca ayat:
ยซ demikianlah, sebagaimana awal permulaan Kami ciptakan (kalian), seperti itulah Kami akan kembalikan keadaannya. Sebagai janji dari Kami. Sesungguhnya Kami akan melaksanakannya (Q.S al-Anbiyaaโ€™:104)ยป (H.R alBukhari no 3100 dan Muslim no 5104).

๐Ÿ”ต Aisyah radhiyallahu โ€˜anha pernah bertanya kepada Nabi: Laki-laki dan wanita akan berkumpul, bagaimana mereka akan melihat satu sama lain. Nabi menjawab: Wahai Aisyah, sesungguhnya urusannya lebih dahsyat bagi mereka dibandingkan memikirkan hal itu (H.R al-Bukhari no 6046).

๐ŸŒท Al-Imam al-Muzani dalam kalimatnya ini menyebutkan 3 keadaan penting pada hari kiamat, yaitu : Hisab, Penimbangan Amal, dan Ditebarkannya catatan amal.

~~~~~~~~~~~~~~~~

๐Ÿ“’ Dikutip dari Buku “Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafii)”

โ–ถ๏ธ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
โœ๏ธ http://telegram.me/alistiqomah
โ—พโ—พโ—พโ—พโ—พโ—พ

โœTurut mempublikasikan:
๐ŸŒ website:
www.ahlussunnahcengkareng.com

Join channel telegram:
๐Ÿ“ฑhttps://telegram.me/AhlusSunnahBagiIlmu
โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€ขโ๐Ÿ“šโโ€ขโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *