KONSEKUENSI SALING CINTA KARENA ALLAH

 

❱ Faidah Ilmiyah dari Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah

■ Saya ingin mengatakan dalam pertanyaan saya, Apakah bukti perbuatan nyata yang harus ditunjukkan oleh dua orang yang saling mencintai karena Allah sebagai konsekuensi?

▸ Karena bisa jadi ada dua orang yang telah mengikrarkan diantara keduanya saling mencintai. Realita menunjukkan bahwa cintanya hanya sesaat karena sebab tertentu.

[▴] Terus apa hakekat saling mencinta karena Allah? Bagaimana pembuktian konsekuensinya?

Salah seorang hadirin: Allah Ta’ala berfirman, “Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan mereka saling mewasiatkan diatas Al-Haq serta saling mewasiatkan diatas Kesabaran.”

Syaikh: “Bagus sekali, ini dia jawaban yang paling tepat.”

[▾] Penjelasannya adalah, jikalau misalnya saya mencintai dirimu karena Allah, maka sebagai konsekuensi:

※ Saya harus berusaha menjaga nasehat. Demikian pula dirimu juga harus membalas dengan balasan yang semisal.

Amat sedikit orang yang mengikrarkan saling mencinta karena Allah kemudian bisa menjaga cinta tersebut dengan saling bernasehat.

※ Rasa cinta ini terselip di dalamnya keikhlasan tapi lemah tidak dengan sempurna. Dalam bentuk, masing-masing diantara keduanya berusaha menjaga perasaan saudaranya, khawatir kecewa, khawatir menjauh, dan kekhawatiran lainnya.

Dari sisi inilah Cinta karena Allah memiliki nilai tukar yang tinggi. Yaitu masing-masing orang yang saling mencintai untuk selalu menjaga diri dengan cara saling menasehati.

※ Dia perintahkan untuk mengerjakan yang Ma’ruf dan mencegah dari yang munkar secara berkesinambungan tanpa henti.

Maka nasehat dari dirinya ini menjadi naungan, sehingga benar apa yang selalu ada di tengah para sahabat, ketika terjadi perselisihan diantara mereka, maka masing-masing saling mengingatkan dengan membacakan,

“Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, serta saling mewasiatkan diatas Al-Haq dan saling mewasiatkan diatas kesabaran.”

📚[Referensi: Al-Hawiy Min Fatawa Al-Albany Hal 165-166]

Artikel lengkap di: http://www.alfawaaid.net/2013/11/konsekuensi-saling-cinta-karena-allah_25.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Arsip dari WA Salafy Indonesia – Faidah dari Al-Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz hafidzahullaah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *