EDISI SIRAH SHAHABAT (Biografi Abu Bakar Ash Shiddiq رضي الله عنه)

EDISI SIRAH SHAHABAT رضي الله عنهم

  1. BIOGRAFI ABU BAKAR ASH- SHIDDIQ رضي الله عنه

NASAB BELIAU رضي الله عنه

Nama Abu bakar ash-Shiddiq -radhiyallahu ‘anhu sebenarnya adalah Abdullah bin Usman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi. Bertemu nasabnya dengan Nabi -صلى الله عليه و سلم- pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai.

Dan ibunya adalah Ummu al-Khair Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Berarti ayah dan ibunya berasal dari kabilah Bani Taim.

Ayahnya diberi kunyah Abu Quhafah. Dan pada masa jahiliyyah Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه digelari ‘Atiq. Imam Ath Thabari رحمه الله menyebutkan bahwa anak-anak dari Abu Quhafah berjumlah tiga orang, yaitu ‘Atiq (Abu Bakar), , Mu’taq dan ‘ Utaiq.

KARAKTER FISIK DAN AKHLAK BELIAU- رضي الله عنه –

Abu Bakar رضي الله عنه adalah seorang yang bertubuh kurus,dan berkulit putih.
Ummul mu’minin ‘ Aisyah رضي الله عنها menerangkan karakter bapaknya, :

“Beliau berkulit putih, kurus, tipis kedua pelipisnya, kecil pinggang , wajahnya selalu berkeringat, hitam matanya, berkening lebar, dan selalu mewarnai jenggotnya dengan memakai hinna’ ataupun katam” .Begitulah karakter fisik beliau.

[ keterangan: Hinna‘ adalah pewarna rambut berwarna merah sedangkan katam adalah pohon Yaman yang mengeluarkan zat pewarna hitam kemerah-merahan.]

Adapun akhlaknya, beliau terkenal dengan kebaikan, keberanian, kokoh pendirian, selalu memiliki ide-ide yang cemerlang dalam keadaan genting, penyabar memiliki azimah (keinginan keras), faqih, paling mengerti dengan garis keturunan Arab dan berita-berita mereka, sangat bertawakkal kepada Allah dan yakin dengan segala janji-Nya, bersifat wara’ dan jauh dari segala syubhat, zuhud terhadap dunia, selalu mengharapkan apa-apa yang lebih baik di sisi Allah, serta lembut dan ramah, semoga Allah meridhainya. In sya Allah Akan diterang-kan kelak secara rinci hal-hal yang membuktikan sifat-sifat dan akhlaknya yang mulia ini.

KEISLAMANNYA BELIAU – radhiyallahu ‘anhu-

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu adalah seorang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan lelaki , walaupun
Khadijah radhiyallahu ‘anha lebih dahulu masuk Islam daripadanya, adapun dari golongan anak-anak yang pertama kali memeluk Islam adalah ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, sementara Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu adalah yang pertama kali memeluk Islam dari golongan budak.

Ternyata keislaman Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu paling banyak membawa manfaat yang besar terhadap Islam dan kaum muslimin dibandingkan dengan keislaman selainnya,
karena kedudukannya yang tinggi dan semangat serta kesungguhan beliau dalam berdakwah. Dengan keislamannya maka masuk mengikutinya tokoh-tokoh besar yang masyhur seperti Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, dan Talhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhum .

Di awal keislamannya beliau menginfakkan di jalan Allah apa yang dimilikinya sebanyak 40.000 dirham, beliau banyak memerdekakan budak-budak yang disiksa karena
keislamannya di jalan Allah, seperti Bilal radhiyallahu ‘anhu.

Beliau selalu mengiringi Rasulullah shalallahu’alaihi wa salam selama di Makkah, bahkan dialah yang mengiringi
beliau ketika bersembunyi dalam gua dan dalam perjalanan hijrah hingga sampai di kota Madinah. Di samping itu beliau mengikuti seluruh peperangan yang diikuti Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. baik perang Badar, Uhud, Khandaq, Penaklukan kota Makkah, Hunain maupun peperangan di Tabuk.

ISTRI-ISTRI DAN ANAK- ANAK BELIAU

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pernah menikahi Qutailah binti Abd al-Uzza bin Abd bin As’ad pada masa Jahiliyyah dan dari pernikahan tersebut lahirlah Abdullah dan Asma’.

Beliau juga menikahi Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Zuhal bin Dahman dari Kinanah, dari pernikahan tersebut lahirlah Abdurrahman dan ‘ Aisyah radhiyallahu ‘anhuma.

Beliau juga menikahi Asma’ binti Umais bin Ma’add bin Taim al- Khats’amiyyah, dan sebelumnya Asma’ diperisteri oleh Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Dari hasil pernikahan ini lahirlah Muhammad bin Abu Bakar, dan kelahiran tersebut terjadi pada waktu haji Wada’ di Dzul Hulaifah.

Beliau juga menikahi Habibah binti Kharijah bin Zaid bin Abi Zuhair dari Bani al-Haris bin al-Khazraj.

Abu bakar radhiyallahu ‘anhu pernah singgah di rumah Kharijah ketika beliau datang ke Madinah dan kemudian mempersunting putrinya, dan beliau masih terus berdiam
dengannya di suatu tempat yang disebut dengan as-Sunuh hingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam wafat dan beliau kemudian diangkat menjadi khalifah sepeninggal
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dari pernikahan tersebut lahirlah Ummu Kaltsum setelah wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

✏️……Bersambung in sya Allah

📚Sumber rujukan

📌 Al-Bldayah wan Nihayah
📌Thabaqat lbnu Sa’ad
📌Tarikh ath-Thabari

Join chanel fawaid : https://telegram.me/washayasalaf
📚Maraji’:

*Tarikh ath-Thabari, 3/425
*Thabaqat ibnu Sa’ad, 3/188
Sumber tulisan : https://telegram.me/washayasalaf

 

Turut mempublikasikan : www.ahlussunnahcengkareng.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *