Bahaya Maksiat Ketika Sendiri

๐Ÿ’ฅ Akibat selalu bermaksiat ketika sendiriย ๐Ÿ’ฅ

ย  ~ ุงู„ุญุฏูŠุซ ~
โœ๐Ÿผ ย ุนูŽู†ู’ ุซูŽูˆู’ุจูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ :
ยซ ู„ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ู ุฌูุจูŽุงู„ู ุชูู‡ูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุจููŠุถู‹ุง ููŽูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ูู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ู‡ูŽุจูŽุงุกู‹ ู…ูŽู†ู’ุซููˆุฑู‹ุง ยป.
๐Ÿ’ฌู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูŽูˆู’ุจูŽุงู†ู :
ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตููู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฌูŽู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ู†ูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ู„ุงูŽ ู†ูŽุนู’ู„ูŽู…ู.
ู‚ูŽุงู„ูŽ :
ยซ ๐Ÿ”…ุฃูŽู…ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฌูู„ู’ุฏูŽุชููƒูู…ู’
๐Ÿ”…ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุฎูุฐููˆู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽุฃู’ุฎูุฐููˆู†ูŽ
๐Ÿ”…ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ูŒ ุฅูุฐูŽุง ุฎูŽู„ูŽูˆู’ุง ุจูู…ูŽุญูŽุงุฑูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู†ู’ุชูŽู‡ูŽูƒููˆู‡ูŽุง ยป
๐Ÿ“œ ย ุฑูˆุงู‡ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡

 

 

โœ๐Ÿผ Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau berkata,

โ€œSungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat nanti dengan membawa kebaikan sebesar Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.โ€

๐Ÿ’ฌ Tsauban berkata,

โ€œWahai Rasulullah, ย jelaskanlah sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka dalam keadaan kami tidak mengetahuinya.โ€

Beliau pun bersabda,

“Adapun mereka adalah :
๐Ÿ”…Saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian.
๐Ÿ”…Mereka menghidupkan malam dengan ibadah seperti kalian.
๐Ÿ”…Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang jika bersendirian maka melanggar perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah.”

๐Ÿ“š Sumber : ย HR. Ibnu Majah no. 4245 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah

 

๐Ÿ’ฅ Maksiat Tetap Maksiat Walau Dikerjakan di Tempat Sepi ๐Ÿ’ฅ
๐Ÿ’ฌ Berkata Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu,

“Seorang mukmin hendaknya bertakwa kepada Allah secara zhahir dan batin.

โ˜Bertakwa kepada Allah di jalan dan bertakwa kepada Allah di rumah, bertakwa di manapun dia berada.

โ˜Bertakwa kepada Allah di waktu siang dan bertakwa kepada Allah di waktu malam.

โ˜Bertakwa di waktu terang dan bertakwa di waktu gelap.

โ˜˜ Karena sesungguhnya dia senantiasa bersama Allah subhanahu yang tidak ada sesuatu apapun akan tersembunyi bagi-Nya.

Bukanlah yang dimaukan bagi seorang insan menjauhi kemaksiatan itu ketika di waktu yang terbuka saja, namun ketika di waktu sepi sendiri terdapat toleransi untuk bermaksiat.

Tidak! Perkara yang haram tetap haram bagaimana pun keadaannya.

Rabb adalah Rabb subhanahu, Dzat yang memperhatikan setiap kejadian yang zhahir dan yang batin, tidak ada sesuatu apapun yang tersembunyi bagi-Nya subhanahu wa ta’ala.

Apapun usaha kalian untuk menyembunyikan kemaksiatan, ketahuilah niscaya hal tersebut tidak akan tersembunyi bagi Allah..”

๐Ÿ“š (Silahkan lihat Ianatul Mustafid-Syaikh Shalih Fauzan, hal. 37, cet. Muassasatur Risalatin Nasyirun 2013).

๐Ÿ’ Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
๐Ÿ’พ Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr

 

๐Ÿ’ฅ Di antara tanda Riya’๐Ÿ’ฅ
๐Ÿ’ฌ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

ู…ู† ุนู„ุงู…ุงุช ุงู„ุฑูŠุงุก ูƒูˆู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูŠุนุตูŠ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุณุฑ ุญูŠู† ู„ุง ูŠุทู„ุน ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆูŠุธู‡ุฑ ุฎุดูŠุฉ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุนู„ุงู†ูŠุฉ.

“Diantara tanda riya’ adalah seseorang suka bermaksiat kepada Allah secara sembunyi-sembunyi ketika tidak ada yang melihatnya kecuali Allah, namun dia menampakkan rasa takut kepada Allah ketika berada di hadapan orang lain.”

Adh-Dhiya’ul Lamiโ€™, hlm. 221

๐Ÿ”Žย  Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/831959505663467521

 

โ–ถโ–ถโ–ถ Cara Bertaubat โ—€โ—€โ—€
โœ๐Ÿป Maimun bin Mihran rahimahullah berkata:

ู…ู† ุฃุณุงุก ุณุฑุง ูู„ูŠุชุจ ุณุฑุงุŒ ูˆู…ู† ุฃุณุงุก ุนู„ุงู†ูŠุฉ ูู„ูŠุชุจ ุนู„ุงู†ูŠุฉุŒ ูุฅู† ุงู„ู†ุงุณ ูŠูุนูŠุฑูˆู† ูˆู„ุง ูŠุบูุฑูˆู†ุŒ ูˆุงู„ู„ู‡ ูŠุบูุฑ ูˆู„ุง ูŠูุนูŠุฑ.

“Siapa yang melakukan keburukan secara sembunyi-sembunyi maka hendaklah dia bertaubat secara sembunyi-sembunyi pula, dan siapa yang melakukan keburukan secara terang-terangan maka hendaklah dia bertaubat secara terang-terangan pula. Karena sesungguhnya manusia suka mencela dan berat untuk memaafkan, sedangkan Allah suka mengampuni dan tidak suka mencela.”

๐Ÿ“š Siyar A’lamin Nubala’, jilid 5 hlm. 45

๐Ÿ”Žย  Sumber || https://twitter.com/kantush1437/status/804580479177551872

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *